Sabtu, 10 Mei 2014

DRAMA SMAN 24 BDG

II. Naskah karya 2.1 Sinopsis 2.1.1 Untuk kebutuhan promosi ` Ada seorang wanita yang sedang merenung di kamar. Dia menyesal dan menyadari bahwa suaminya tidak salah. Tetapi adik perempuannya lah yang salah karena ia telah menghasut agar rumah tangganya hancur. Akankah wanita tersebut sanggup menjalani hidupnya? Penasaran? Saksikan pertunjukkan kami hanya di “Devide et Impera”. Di teater x mia 7 ! 2.1.2 Untuk kebutuhan ringkasan cerita Ada seorang wanita yang sedang merenung di kamar. Dia menyesal dan menyadari bahwa suaminya tidak salah. Tetapi adik perempuannya lah yang salah karena ia telah menghasut agar rumah tangganya hancur. Ternyata sang adik jatuh hati kepada suami kakaknya dan berusaha agar sang kakak berpisah dengan suaminya. Suatu ketika, sang suami pergi karena ada urusan kantor. Beberapa lama kemudian, sang suami tak kunjung pulang. Wanita itu pun gelisah dengan tidak adanya kabar dari sang suami. Pada saat itu, sang adik memiliki celah untuk menghasut sang kakak. Setiap hari, suami dari kakaknya mengirimkan surat, tetapi surat – surat ini isinya diganti oleh sang adik dengan surat – surat palsu. Sang adik memberitahukan kepada kakaknya bahwa suaminya telah selingkuh. Sang kakak percaya dan terbujuk rayuan manis sang adik untuk diperkenalkan kepada teman lelakinya dan itu semua merupakan akal jahat sang adik. Hingga pada akhirnya, semua pun terbongkar. Sang istri pun menyesal. Tetapi penyesalannya terlambat karena sang suami telah tiada. Sang istri mengalami depresi dan akhirnya bunuh diri. 2.2 Naskah / Skenario “ DEVIDE et IMPERA “ *Babak 1 Sarah : “ Mengapa semua ini terjadi kepadaku? Tuhaaaaan apa salahku? Aku menyesal. Aaaaaa... “ *Babak 2 Bram : “ Sudah lah tak usah kau pikirkan! “ Sarah : “ Tapi, aku sangat ingin menimang bayi. “ Bram : “ Jika sudah tiba waktunya, Tuhan akan mengaruniai kita Malaikat kecil dalam keluarga kita. Oh ya ada yang ingin aku bicarakan denganmu. “ Sarah : “ Ada apa suamiku? “ Bram : “ Aku akan pergi untuk beberapa lama. Ada urusan kantor yang harus aku selesaikan . “ Sarah : “ Baiklah mas. “ ( Jasmine masuk rumah ) Abraham : “ ( Mengetuk pintu ) “ Jasmine : “ ( Muka kusam ) “ Abraham : “ ( Senyum dengan penuh harapan ) “ Sarah : “ Siapakah yang datang? “ Bram : “ Mungkin itu Jasmine dan Abraham . “ Sarah : “ Kalian pulang bersama? “ Jasmine : “ Tidak . “ (masuk kamar) Abraham : “ Oh maaf. Mungkin dia terlalu lelah. Saya permisi untuk menyusulnya . “ (menyusul jasmine ke kamar) Bram : “Ya sudah, biar mereka mengurus urusannya. Sekrang aku pamit dulu, jaga dirimu baik-baik, aku akan segera pulang.” Sarah : “ baiklah mas, akan ku ingat pesanmu, jaga juga dirimu baik –baik. Doaku akan selalu menyertaimu.” Bram : (keluar rumah) *Babak 3 Sarah : “mas Bram kemana ya? Kok sudah 2 minggu gak pulang, dan gak ngasih kabar.” (masuk ke dalam rumah) Charlie : “ Permisi. “ Jasmine : “ Ya, ada apa? “ Charlie : “ Benarkah ini kediaman bapak Bram Pratama? “ Jasmine : “ Ya, Benar . “ Charlie : “ Apakah anda istri dari pak Bram Pratama ? “ Jasmine : “ Ya... Ya, Benar. Saya sendiri . “ Charlie : “ Saya hanya ingin mengantarkan surat titipan dari pak Bram untuk anda. “ Jasmine : “ Hah, eeh saya sudah lama menunggunya. Terimakasih “ (Jasmine membaca suratnya) Jasmine : “ Apa? Mas Bram mau bertemu dengan kak Sarah? Aku harus menggagalkannya! “ ( Jasmine menulis surat palsu dan memberinkannya kepada Sarah ) Sarah : (menghampiri Jasmine) Jasmine : “ Kak Sarah, ini surat dari Suamimu. “ Sarah : “ Terimakasih . “ ( dengan muka kebingungan ) Jasmine : “ Ya sudah kak, aku kembali ke kamar dulu.” (pergi ke kamar) Sarah : (membaca dengan heran) *Babak 4 Charlie : “ Permisi bu. “ Jasmine : “ Kamu lagi? Surat dari suamiku ? “ Charlie : “ Ya, benar . Ini surat dari pak Bram . “ Jasmine : “ Oh Terimakasih . “ Charlie : “ Ya sudah . Saya permisi bu. “ Sarah : “ Tadi siapa ? Mengapa kamu senyum – senyum sendiri ? “ Jasmine : “ Mmmm..Tidak apa-apa kak. “ Sarah : “ Surat dari Mas Abraham ? Romantis sekali suamimu. Dekat kok surat – suratan ? “ Jasmine : “ Hahaha suamiku memang romantis. “ Sarah : “ Baiklah, kalau begitu kakak pergi dulu. “ Jasmine : “ Hati-hati kak.” *Babak 5 Sarah : (duduk di ruang tamu) Jasmine : (masuk ke ruang tamu) “ Mmm.. Kak Sarah. Suamimu sudah lama tak pulang. Biasanya kalau laki-laki lama tidak pulang dia selingkuh.” Sarah : “ Mas Bram ? Tidak mungkin . dia bukan laki-laki hidung belang. Bukankah mas Bram sedang di luar kota? “ Jasmine : “ Mas Bram kapan pulang pun kakak tidak tahu. Sudah jelas kak, mas Bram itu selingkuh. “ Sarah : “ Apa mas Bram seperti itu ?” (kecewa) Jasmine : “ Kakak harus percaya denganku. Aku ini adikmu, Masa kau tidak percaya denganku ? “ Sarah : (terdiam merenunginya) Jasmine : “ ohh ya, dari pada kakak mikirin mas Bram yang telah menghianati kakak, lebih baik kakak kenalan dengan teman aku. Dia ganteng, gaul, perfect. “ Sarah : “ Tapi.... aku masih mencintai mas Bram. “ Jasmine : “ Sudah... sudah... aku akan menyuruh temanku agar dia datang kemari untuk menemui kakak. Sekarang kakak siap-siap oke? “ Sarah : (tertunduk terdiam) Jasmine : (mendorong Sarah agar cepat bersiap-siap) Abraham : (berjalan ke ruang tamu) Jasmine : (melihat abraham dan mendapatkan ide ) “mas... mas...” Abraham : “ ya, ada apa istriku ? ” Jasmine : “ gak tahu kenapa aku sangat menginginkan buah durian. Tapi, aku ingin durian itu berdiameter 30 cm. Mas maukan mencarikannya untukku ? “ Abraham : “ Ya demi isteriku, meskipun susah akan aku lakukan. Ya sudah, aku pergi dulu.” Jasmine : (mengangguk tersenyum) Abraham : (pergi) Jasmine : “ Hahaha, rencanaku memang selalu berhasil. “ (tersenyum sinis) Brian : “ Jasmine, ada apa kamu memanggilku ?” (masuk seara tiba-tiba) Jasmine : (terkejut) “ huft. Brian? Pokoknya kamu harus merayu kakakku. Dan setelah kau mendapatkan kakakku, aku akan merebut mas Bram dan seluruh kekayaannya, dan kau... akan ku bayar berapa pun yang kau mau. “ (tersenyum licik) Brian : “ Oke, asal ada bayarannya, itu masalah gampang. “ Sarah : “ Jasmine...” (teriak dari kamar) Jasmine : “ Kak... temanku sudah datang. Ayo cepat kesini .” (teriak dari ruang tamu) Sarah : (berjalan ke ruang tamu) Brian : “ hai. Gue Brian, temannya Jasmine. Mmm... kamu cantik sekali.” Sarah : “ Terima kasih.” (tersenyum risih) Brian : “ Kemana suamimu ?” Jasmine : “ Kalian ngobrol saja dulu, aku ke belakang dulu.” (pergi menuju dapur, memperhatikan Sarah dan Brian) Sarah : (duduk di sofa) Brian : (menyusul sarah duduk, mendekati sarah) Sarah : (menjauh) Brian : (mendekat) Jasmine : (mengambil foto mereka berdua) Sarah : (berdiri) Brian : “Aku suka sama kamu.” Sarah : (pergi meninggalkan Brian) Brian : (kesal, lalu meninggalkan rumah Jasmine dan Sarah) Jasmine : (menuju ke ruang tamu) “dasar tidak berguna!” (pergi) *Babak 6 (Di kantor) Bram : “ Jasmine ? Ada apa kamu kesini ? “ Jasmine : “ Aku hanya ingin melihat kantormu saja. Kau mencari apa?” Bram : “ Mmm... Sarah kemana ya ? “ Jasmine : “ Kenapa mas Bram mencari kak Sarah ? “ Bram : “ Kemarinkan aku mengajaknya bertemu di sini, aku tidak bisa pulang karena aku harus kembali lagi ke luar kota. Tapi nyatanya Sarah tak datang. “ (kecewa) Jasmine : “ Semenjak mas Bram pergi, Kak Sarah akhir –akhir ini sering pergi tapi entah kemana, dan sering pulang malam “ Bram : “ Hah ? Sarah seperti itu ? “ Jusmine : “kalau tidak percaya, ini fotonya.” Charlie : (mengetuk pintu, lalu masuk) “ Mohon maaf, bapak sudah ditunggu di ruang meeting sekarang. “ Bram : (mengangguk, kemudian berbalik arah ke Jasmine) “ Baiklah Jasmine, maaf aku harus pergi . “ *Babak 7 Charlie : “ Permisi” Jasmine : (menghampiri ke pintu depan) Charlie : “ ini ada surat titipan lagi dari pak Bram” Jasmine : (senyum-senyum sendiri) “ terima kasih” Charlie : (pergi) Jasmine : (membaca surat) “aku harus menemui mas Bram” (menyimpan surat di dalam koran di ruang tamu, lalu pergi bersiap-siap) Abraham : (datang dari luar rumah, lalu duduk di ruang tamu, kemudian membaca koran) “Apa ini?” Sarah : (sarah jalan ke ruang tamu) Abraham : “Sarah tunggu. Apa ini surat-suratmu?” Sarah : (melihat heran) “itu bukan punyaku. Sepertinya aku tidak pernah menyimpan itu. Aku pikir itu punya Jasmine.” Abraham : “Jasmine?” (heran) Sarah : “iya, bukankah kamu yang rutin mengirimnya surat?” Abraham : “Untuk apa aku mengirimnya surat? Setiap hari kami bertemu.” Sarah : (heran) Abraham : (melihatpadasurat-suratitu) “tapi… di sini jelas tertera untukmu, Sarah.” (melihatkan suratnya kepada Sarah) Sarah : (terkejut melihat surat-surat itu) “Kamu benar, Abraham. Ini surat-surat untukku dari mas Bram.Tapi… mengapa aku tak pernah menerima surat- surat ini? Aku bahkan menerima surat yang 180° berbeda.” Jasmine : (terkejut melihat Abraham tahu akan kebohongannya) Sarah : “Bahkan Jasmine selalu bilang…..” Abraham : “Jasmine?” Sarah : (membalik badan melihat Jasmine yang ada di belakangnya) Jasmine : (ketakutan, merasa bersalah) Abraham : “Jasmine, cepat kesini!” Jasmine : “mas, kamu harus percaya sama aku mas. Aku sama sekali gak nulis surat- surat palsu untuk kak Sarah. Aku juga gak berusaha untuk ngadu domba kak Sarah sama mas Bram, mas. Kamu harus percaya itu.” (ketakutan) Abraham : (melemparkan senyum kekecewaan) “tanpa aku minta penjelasan dari kamu, kamu sudah menjelaskannya dengan jelas.” Jasmine : “mas, bukan itu maksud aku mas…” Charlie : (datang) “bu Sarah, saya datang memberi kabar untuk ibu.” (melihat kepada Jasmine) Sarah : “Maaf, anda ini siapa ya? Itu bukan ibu Sarah, saya ibu Sarah” Charlie : (heran) “saya yakin bu, dia adalah bu Sarah yang selama ini menerima surat dari pak Bram.” Abraham : (menampar Jasmine) “mau berapa kali lagi kamu mengelak? Aku sadar aku belum bisa membahagiakan kamu. Aku sadar aku belum bisa memberi kamu apa-apa. Aku sadar aku hanyalah orang miskin dimata kamu dan aku bukanlah apa-apa dibandingkan oleh Bram yang selalu kamu puja dihadapan aku.” Jasmine : (berlutut dihadapan Abraham) “tapi mas…. Aku sayang sama kamu mas… aku khilaf dengan semua perbuatanku ini mas, aku khilaf mas, aku khilaf.” Abraham : “tapi semua itu sudah tak ada gunanya, lebih baik kita akhiri. Untuk apa kita pertahankan jika salah satunya telah berkhianat. Sampai jumpa di pengadilan.” (pergi) Jasmine : “tapi mas…. Mas tunggu…..” (mengejar Abraham) Charlie : “Ibu Sarah,tunggu bu…” (melihat ke arah Jasmine yang berlari mengejar Abraham) Sarah : “Saya ibu Sarah, pak.Diaadalahadiksaya” Charlie : (heran) Sarah : (melihatkanfotokeluarga) Charlie : “Baiklah bu, saya Charlie, tangan kepercayaannya Bapak Bram Pratama. Saya datang kemari bertujuan untuk memberikan informasi bahwa pak Bram dalam perjalanannya pulang kemari mengalami sebuah kecelakaan yang serius yang menyebabkan bapak Bram Pratama kehilangan nyawanya. Saya ikut berduka bu atas kepulangannya pak Bram. Saya mohon permisi.” Sarah : (terdiam, tidak percaya) Sarah : “ Mengapa semua ini terjadi kepadaku? Tuhaaaaan apa salahku? Aku menyesal , mengapa aku menuduh mas bram yang tidak-tidak. Apa gunanya lagi aku hidup ? Lebih baik aku mati saja.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar